INPUT ORGANIK

Input organik [pupuk, pestisida, benih, bibit komersial] dapat digunakan dalam proses produksi organik bila produsen tidak dapat memproduksi sendiri. Input organik komersial yang digunakan dalam produksi organik harus telah tersertifikasi organik.

Persyaratan

Input ORGANIK INDONESIA

  • Input organik yang dihasilkan menggunakan bahan baku dan diproduksi sesuai dengan SNI 6729: 2016 dan Permentan No. 64/2013.
  • Input organik harus terdaftar di Kementerian Pertanian RI. Khusus Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah harus memenuhi Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah seperti diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian No 261/KPTS/SR.310/M/4/2019.
  • Produsen yang telah memenuhi standar dan regulasi dapat menggunakan logo ORGANIK Indonesia pada kemasan input organik yang dihasilkan.

Input organik IFOAM

  • Input organik yang dihasilkan menggunakan bahan baku dan diproduksi sesuai dengan Standar Organik ACT.
  • Produsen yang telah memenuhi standar dan regulasi dapat menggunakan logo ORGANIK Indonesia pada kemasan input organik yang dihasilkan.