AKUAPONIK ORGANIK

Aquaponik adalah cara berkelanjutan untuk menanam buah dan sayuran yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Sistem ini menerapkan hubungan simbiosis antara tumbuhan dan ikan.

Budidaya tanaman dengan akuaponik menggunakan sedikit media tanam tanah [soil less] karena nutrisi tanaman berasal dari kotoran budidaya ikan. Limbah dari budidaya ikan digunakan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Hal ini memungkinkan untuk membudidayakan tanaman bergizi dan memelihara ikan yang dapat dimakan.

Aqua Ponik 2 small
Aquaponik 3 small

Produksi akuaponik organik dapat memproduksi pangan dengan cara yang berkelanjutan tanpa menggunakan nutrisi buatan manusia (pupuk sintetis), penggunaan pestisida, hormon pertumbuhan dan antibiotik dalam budidaya ikan dan tanaman.

Persyaratan Sertifikasi Akuaponik Organik

Produsen akuaponik dapat mengajukan sertifikasi akuaponik organik untuk memberikan keyakinan bagi konsumen bahwa tanaman yang dihasilkan dari sistem akuaponik organik memang sungguh organik karena telah memenuhi persyaratan standar akuaponik organik.

Manajemen produksi akuaponik organik memastikan produksi ikan dan tanaman memenuhi versi terkini dari standar Sistem Produksi Akuaponik Organik dan Alami ICERT.

Standar ini mensyaratkan aspek manajemen, sumber daya dan proses produksi akuaponik yang merujuk dengan Panduan FAO untuk produksi akuaponik dan SNI 6729:2016.

Sertifikasi akuaponik organik diberikan untuk lingkup produk tanaman pangan yang dihasilkan dari sistem produksi akuaponik organik. Produksi ikannya sendiri tidak dapat disertifikasi organik menurut standar ini, karena produksi ikan menjadi kesatuan unit produksi dari sistem akuaponik.

Bila produsen akuaponik telah memperoleh sertifikat akuaponik organik, maka produsen berhak menggunakan logo Akuaponik Organik pada kemasan produk dan bahan promosi lainnya.

Prosedur Sertifikasi Organik
Formulir Pendaftaran
List Klien Akuaponik Organik
Untuk standar dan informasi lebih lanjut silahkan klik